Cerita Liburan

Posted on Sunday 12 July 2009

Kemarin waktu liburan pertama aku pergi ke comal , ke tempat Emak, Mamah Pong, sama Papah Yong, setelah beberapa hari di sanaaku pergi ke Jakarta ke tampat Atung, sama Uti, terus ce Comal lagi , habis dari Comal baru aku pulang ke Jogja tapi Emak ikut soalnya mau liburan lagi ke Malay, Terus nyampe di rumah mungkin jam 20.00an lah terus besoknyajam 15.00 kita pergi ke airport untuk ngurus tiket, setelah selesai ngurus tiket kita nunggu sampek jam 17.00 terus berangkat ke Malaysia, 1 hari di KL (Kuala Lumpur), 2 malem di Genting, habis dari Malay kita ke Singapore 3 malem di hotel Grand Central terus ke Malay dari Malay ke Jogja

Dinda @ 1:26 pm
Filed under: Uncategorized



Perbedaan Kedua Putri Raja

Posted on Tuesday 21 April 2009


       Di  suatu  kerajaan,  ada  seorang  raja,  raja  itu  bernama  Raja  Robert. Raja  Robert  mempunyai  dua  orang  putri,  mereka sangat cantik,  mereka  bernama  Putri  Tasya  dan  Putri  Baby.  Putri  Baby  sangat  cantik,  sayangnya  Putri  Baby,  anak  bungsu  dari  raja  Robert,  sangat  sombong,  ia  memang  lebih  cantik  daripada  Putri  Tasya,  kakaknya.  Banyak pangeran  yang  suka  dan  ingin  melamar  Putri  Baby, tetapi  setelah  mereka  tahu  bahwa  Putri  Baby  sombong,  mereka  membatalkan  lamaran  itu. Putri  Baby  sangat  sombong, tetapi  Putri  Tasya  baik,  jujur,  penderma dan  tidak  sombong.  Putri  Tasya  selalu  berderma  kepada  orang  yang  membutuhkan,  sering  kali  ia  datang  ke desa-desa  untuk  memberi  bantuan.  Karena  kebaikannya,  Putri  Tasya  lebih  disukai  banyak  orang.  Putri  Baby  menjadi  iri  pada  kakaknya  karena  orang-orang  lebih  suka  kepada  Putri  Tasya  daripada  Putri  Baby.

          Suatu  hari,  Putri  Tasya  dan  Putri  Baby  menaiki  kereta  kuda.  Putri  Tasya  menyapa  semua  orang  yang  dilewatinya,  sedangkan  Putri  Baby,  ia  hanya  diam  saja  setiap  ada  orang  yang  menyapanya,  senyumpun  tidak  sedikitpun  dikeluarkannya.  Dengan  sikap  kedua  putri  itu  yang  sangat  berbeda,  maka  orang-orang  lebih  menyukai  Putri  Tasya. 

Saat  sedang  melihat-lihat  gaun  yang  indah  dan  mahal,  Putri  Tasya  melihat  seorang  pangeran  yang  tampan,  dan  ia  menyukainya.  Saat  sedang  berbincang-bincang  dengan  pangeran  itu,  Putri  Baby  menghampiri  Putri  Tasya,  lalu  bertanya,”Pangeran  ini  siapa  kakak?” “Kenalkan, ini  pangeran  Indra,  Pangeran  kenalkan,  ini  adik  saya,  Putri  Baby,  Baby…ia  dari  kerajaan…” Belum  selesai  berbicara,  Putri  Baby  langsung  memotong  dan  berbicara,”Hai  pangeran  yang  tampan,  apakah  kita  bisa  menjadi  pasangan  yang  cocok?”  belum  sempat  menjawab,  ibu  Pangeran  Indra  memanggil,”Indra,  kita  pulang  sekarang,  sudah  malam,  kamu  harus  menyelesaikan  banyak  pekerjaanmu” “Kemarilah  sebentar  bu,  aku  ingin  mengenalkan  teman-teman  baruku  kepada  ibu” Kata  Pangeran  Indra,  “Kenalkan  bu,  ini  adalah  teman-temanku,  yang  ini  bernama  Putri  Tasya,  adiknya  bernama  Putri  Baby”  “Baby  sangat  cantik,  lebih  cantik  dari  Tasya,  Tasya  juga  cantik,  tetapi  hanya  saja  lebih  manis  daripada  Baby” Kata  Bu  Claudia.  “Terimakasih  bu”Kata  Tasya. “Iya bu… Saya  memang  cantik,  karena  saya  anak  dari  raja  Robert.  Itu  bu,  raja  yang  sangat  kaya  dan  terkenal,  ibu  saya  juga  cantik,  beliau  sudah  meninggal,  tetapi  kalau  rindu  pada  ibu  saya,  bisa  melihat  saya  saja,  karena  saya  mempunyai  kecantikan  ibu  saya” Kata  Putri  Baby  dengan  panjang  lebar  dan  dengan  sombong.  “Ya  sudah,  kami  kembali  kekerajaan  kami  ya…Kalian  hati-hati  saat  pulang  ya”  “Iya,  terimakasih  bu,  ibu  juga  hati-hati”  Jawab  Putri  Tasya  dengan  ramah  dan  santun.

Setelah  Putri  Tasya  dan  Putri  Baby  lelah,  mereka  kembali  ke  istana,  keesokan  harinya,  Raja  Robert, ayah  Putri  Tasya  dan  Putri  Baby  mengajak  mereka  menghadiri acara  pernikahan  dari  kerajaan  lain,  tetapi  Putri  Tasya  sedang  tidak  enak  badan,  akhirnya  hanya  Putri  Baby  yang  diajak,  Putri  Baby  memang  senang  untuk  manghadiri  acara  yang  mewah,  maka  itu  Putri  Baby  segera  berdandan.

Setelah  raja  Robert  dan  Putri  Baby  pergi,  Putri  Tasya  istirahat,  Putri  Tasya  tertidur  karena  kepalanya  sakit.  Saat  tidur,  Putri  Tasya  terganggu  oleh  suara  yang  sangat  berisik  dan  membuat  Putri  Tasya terbangun.  Dilihatnya  sumber  dari  suara berisik  itu,  rupanya  itu  adalah  suara  kicauan  burung  merpati  yang  diikat  dengan  sesuatu.  Rupanya  burung  merpati  itu  membawa  surat,  lalu  Putri  Tasya  membaca  surat  itu:

Kepada  :  Putri  Tasya

 

Putri  Tasya,  saya  Pangeran  Indra,  saya  ingin  mengundang  Putri  Tasya  untuk  makan  malam  bersama  keluarga  saya,  ajak  pula  ayah  dan  adik  Putri  Tasya,  karena  ada  hal  yang  ingin  saya  bicarakan  dengan  keluarga  Putri  Tasya.  Saya  tunggu  besok  malam,  di  istana  saya,  kerajaan  Kencana,  ayah  putri  pasti  tahu.

 

Pangeran  Indra

 

Putri  Tasya  langsung  bergegas  membalas:

 

Kepada  :  Pangeran  Indra

 

Terimakasih  atas  undangan  makan  malamnya,  saya  akan  usahakan  untuk  bisa  datang.  Bila  tidak  ada  acara,  saya  akan  mengirim  surat  lagi  kepada  pangeran.

 

Putri  Tasya

 

Lalu  mengikatkan  surat  itu  dengan  tali  kepada  burung  merpati  itu  dan  diterbangkannya  burung  itu.

 

          Setelah  ayah  dan  adiknya  pulang,  Putri  Tasya  langsung  menyerahkan  surat  dari  Pangeran  Indra  untuk  Putri  Tasya  kepada  ayahnya,  ayahnya  membacanya  dan  berkata,   “Besok  malam  ayah  tidak  ada  acara,  kita  bisa  pergi  kerumah  Pangeran  Indra,  kebetulan  ayah  tahu  dimana  kerajaan  Kencana  berada,  rajanya  adalah  sahabat  ayah  dulu  saat  masih  sekolah,  sekarang  pun  masih  sahabat,  balaslah  surat  itu,  katakan  pada  Pangeran  Indra  bahwa  kita  bisa  datang  ke  istananya”,  lalu  Putri  Tasya  berkata,  “Terimakasih  ayah”  lalu langsung  membalas  surat  itu,  di  dalam  surat  itu,  Putri  Tasya  mengatakan  bahwa  ia, ayahnya,  dan  adiknya  bisa  pergi  ke  istananya.

          Keesokan  malamnya,  Putri  Tasya  tampil  semaximal  mungkin,  Putri  Tasya  terlihat  sangat  cantik.  Ayahnya,  Putri  Tasya,  dan  Putri  Baby  menaiki  kereta  kuda  menuju  ke  istana  Pangeran  Indra.

          Setelah  sampai,  mereka  disambut  dengan  ramah  oleh  keluarga  Pangeran  Indra.  Mereka  masuk  dan  menikmati  makanan  yang  sudah  dihidangkan  sejak  tadi,  setelah  selesai  makan,  mereka  berbincang-bincang,  Pangeran  Indra  langsung  berbicara  niatnya  mengundang  mereka  makan  malam  di  istananya, “Salah  satu  dari  Putri  Tasya  dan  Putri  Baby,  akan  ada  yang  aku  lamar,  yaitu…” Belum  selesai  Pangeran  Indra  berbicara,  Putri  Baby  memotong  dan  berbicara, “Pasti  saya,  saya  akan  menerima  lamaranmu  pangeran”  Kata  Putri  Baby  dengan  sombongnya,  “Maaf  putri,  tapi  bukan  Putri  Baby  yang  akan  saya  lamar, saya  akan  melamar  Putri  Tasya,  Putri  Tasya,  maukah  putri  menerima  lamaran  saya?”Tanya  Pangeran  Indra,  “Ya  pangeran,  saya  mau  menerima  lamaran  pangeran”  Jawab  Putri  Tasya,  setelah  itu  mereka  merencanakan  pernikahan  mereka,  baju,  undangan,  dan  lain-lain.  Mereka  menyesuaikan  dengan  selera  mereka.

          Saat  pernikahan  mereka,  teman-teman  Putri  Tasya  dan  Pangeran  Indra  datang,  teman-teman  Putri  Tasya  antara  lain adalah Putri  Helen, Putri  Chacha,   dan Pangeran  Oyon. Teman-teman  Pangeran  Indra  adalah  Putri  Amanda,  dan Pangeran Wiliam. Akhirnya  mereka  hidup  bahagia  untuk  selamanya.

Dinda @ 11:07 am
Filed under: Uncategorized



Hari Kartini

Posted on Tuesday 21 April 2009

selamat hari Kartini semua, wah kok tadi di sekolah nggak ada upacaraya?

Biasanya kalo hari Kartini ada upacara peringatan???. Atau besok ya tapikan hari ini hari Kartininya

Dinda @ 10:53 am
Filed under: Uncategorized



Perbedaan Pria dan Wanita

Posted on Sunday 29 March 2009

Ketika Tuhan telah selesai menciptakan Adam dan Hawa, dan menempatkan mereka di taman firdaus. Sekarang, Tuhan bermaksud menciptakan sepasang pria dan wanita lagi yang akan ditempatkan di taman lain yang juga indah.

Pada mulanya, Ia menciptakan pria lebih dulu, kemudian Ia menciptakan sang wanita untuk menemaninya. Tapi tanpa disadari olehNya bahan-bahan untuk menciptakan manusia sudah habis dipakai untuk menciptakan pria. Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan kemudian Ia mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin. Ia juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak, kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu dan kekejaman dari harimau, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari burung bangau dan kesetiaan dari induk singa.

Dengan mencampurkannya semua bahan itu, maka Sang Pencipta membentuk wanita dan memberikannya kepada si pria. Pria itu merasa senang sekali karena hidupnya tidak lagi merana dan kesepian seorang diri.

Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan, katanya: “Tuhan, ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak bahagia. Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia minta selalu untuk diperhatikan. Ia mudah menangis karena hal-hal sepele. Aku datang untuk mengembalikan wanita itu kepada-Mu, karena aku tidak bisa hidup dengannya”. “Baiklah”, kata Sang Pencipta. Dan Ia mengambilnya kembali.

Beberapa minggu kemudian, pria itu datang lagi kepada Tuhan, dan berkata, “Tuhan, sejak aku memberikan kembali wanita ciptaan-Mu, kini aku merana kesepian. Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang menyayangiku. Aku selalu memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu ingat dia. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala aku sendirian, kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan bagaimana ia menari dan menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap dan manja kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk disentuh. Aku suka akan senyumannya. Tuhan, kembalikan lagi wanita itu kepadaku”. Sang Pencipta berkata, “Baiklah”. Kemudian Ia memberikan wanita itu kembali kepadanya.

Tetapi, tiga hari kemudian pria itu datang lagi kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih banyak lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia semakin menyebalkan. Aku tidak tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku memohon kepada-Mu. Ambillah kembali wanita itu.Aku tidak dapat lagi hidup dengannya”. Sang Pencipta balik bertanya, “Kamu yakin bahwa kamu sudah tidak dapat hidup lagi dengannya?”.
Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa. Dalam hatinya ia berkata, “Apa yang harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa arti hidup ini?”.
“Belajarlah untuk memahami perbedaan dan untuk berani menerima perbedaan dalam hidupmu. Pahamilah dan usahakanlah apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu,”,jawab Tuhan.

Dan inilah enam kebutuhan mendasar pria dan wanita:
1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria membutuhkan kepercayaan.
2. Wanita membutuhkan pengertian, dan pria membutuhkan penerimaan.
3. Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria membutuhkan penghargaan.
4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria membutuhkan kekaguman.
5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria membutuhkan persetujuan.
6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria membutuhkan dorongan.

Dinda @ 6:05 am
Filed under: Uncategorized



Kisah Empat Lilin

Posted on Sunday 29 March 2009

Ada empat Lilin yang menyala… sedikit demi sedikit habis meleleh…
Suasana begitu sunyi, sehingga terdengarlah percakapan mereka…

Yang pertama berkata :
“Aku adalah DAMAI
namun manusia tak mampu menjagaku…
Maka lebih baik aku mati saja..”
Demikianlah… sedikit demi sedikit sang Lilin padam…

Yang kedua berkata :
“Aku adalah IMAN
sayang aku tak berguna lagi, manusia tak mau mengenalku..
untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala…”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya…

Dengan sedih giliran Lilin Ketiga bicara :
“Aku adalah CINTA,
Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala…
Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna…
Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya…
membenci keluarganya…”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin Ketiga…

Tanpa terduga….
Seorang anak saat itu masuk kedalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam…
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata :
“Haii… apa yang terjadi? Kalian harus tetap menyala…”
Lalu ia menangis tersedu-sedu…

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata :

“Jangan takut… janganlah menangis…
Selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya
Akulah HARAPAN…”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin HARAPAN, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Jangan biarkan api harapan yang ada di dalam hati kita padam…

….. dan kita masing-masing…. Semoga dapat menjadi perantara, seperti anak tersebut…
dalam situasi apapun semoga kita mampu menghidupkan kembali DAMAI, IMAN, CINTA….
Dengan HARAPAN yang kita punya…

Dinda @ 6:01 am
Filed under: Uncategorized



Tukang Cukur

Posted on Sunday 29 March 2009

Seperti biasanya, seorang laki-laki, sebut saja Steve, datang ke sebuah salon untuk memotong rambut dan jenggotnya. Ia pun memulai pembicaraan yang hangat dengan tukang cukur yang melayaninya. Berbagai macam topik pun akhirnya jadi pilihan, hingga akhirnya Tuhan jadi subyek pembicaraan.

“Hai Tuan, saya ini tidak percaya kalau Tuhan itu ada seperti yang anda katakan tadi,” ujar si tukang cukur.Mendengar ungkapan itu, Steve terkejut dan bertanya,”Mengapa anda berkata demikian?”.

“Mudah saja, anda tinggal menengok ke luar jendela itu dan sadarlah bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Tolong jelaskan pada saya, jika Tuhan itu ada, mengapa banyak orang yang sakit? mengapa banyak anak yang terlantar?. Jika Tuhan itu ada, tentu tidak ada sakit dan penderitaan. Tuhan apa yang mengijinkan semua itu terjadi…” ungkapnya dengan nada yang tinggi.

Steve pun berpikir tentang apa yang baru saja dikatakan sang tukang cukur. Namun, ia sama sekali tidak memberi respon agar argumen tersebut tidak Lebih meluas lagi.

Ketika sang tukang cukur selesai melakukan pekerjaannya, Steve pun Berjalan keluar dari salon. Baru beberapa langkah, ia berpapasan dengan seorang laki-laki berambut panjang dan jenggotnya pun lebat.
Sepertinya ia sudah lama tidak pergi ke tukang cukur dan itu membuatnya terlihat tidak rapi.

Steve kembali masuk ke dalam salon dan kemudian berkata pada sang tukang cukur, “Tukang cukur itu tidak ada!”…
Sang tukang cukur pun terkejut dengan perkataan Steve tersebut. “Bagaimana mungkin mereka tidak ada? Buktinya adalah saya. Saya ada di sini dan saya adalah seorang tukang cukur,” sanggahnya.

Steve kembali berkata tegas, “Tidak, mereka tidak ada, kalau mereka ada, tidak mungkin ada orang yang berambut panjang dan berjenggot lebat seperti contohnya pria di luar itu.”
“Ah, anda bisa saja…Tukang cukur itu selalu ada di mana-mana. Yang terjadi pada pria itu adalah bahwa dia tidak mau datang ke salon saya untuk dicukur,” jawabnya tenang sambil tersenyum. “Tepat!” tegas Steve.
“Itulah poinnya. Tuhan itu ada. Yang terjadi pada umat manusia itu adalah karena mereka tidak mau datang mencari dan menemui-Nya. Itulah sebabnya mengapa tampak begitu banyak penderitaan di seluruh dunia ini….”

Dinda @ 5:45 am
Filed under: Uncategorized



Mbak Erni Pulang ke Comal

Posted on Sunday 29 March 2009

Hari ini mbak Erni pulang ke Comal, karena dia mau menikah padahal masih lama lho (tanggal 12 April 2009), terus mami tanya kenapa nggak akhir bulan Maret aja pulangnya?, terus mbak Erni bilang “karena tanggal 30 mbak Erni dan om Gembus (suaminya)harus suntik imunisasi dulu dan datangnya harus barengan jadi mbak Erni harus pulang hari ini” dan katanya nggak boleh balik ke sini lagi sama om Gembus kecuali kalo om Gembus mau coba cari kerja di sini, barudeh mbak Erni boleh kerja lagi di sini. Semoga mbak Erniboleh kerja di sini lagi.

 

DINDA

Dinda @ 5:36 am
Filed under: Uncategorized



I Love Mom

Posted on Saturday 12 July 2008

Jangan Baca jika Anda tidak Mencintai Ibumu!
Ketika ibu saya berkunjung, Ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut. Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena
ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya. Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya,
seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya.

Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut.

Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya. Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya.
Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya.
Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.

Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya … Dan yang membuatnya terkejut, memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini.

Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri.

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu…

With Love to All Mother

Note : Berbahagialah yang masih memiliki Ibu.

Dan Lakukanlah yang Terbaik untuknya..

Dinda @ 2:33 pm
Filed under: Uncategorized



Tiap dengar lagu Sunny

Posted on Thursday 3 July 2008

tiap dinda dengar ada lagu BCL (Sunny) dinda pingin nangis karena dinda ingat UTI NIA uti nia itu baik sekali UTI NIA pernah beliin dinda tempat pensil UTI NIA pernah bantu dinda bikin tali yang dipasangkan sebuah benda UTI NIA pokoknya baik sekali sayang dia sudah meninggal dinda sangat sedih begitu tahu UTI NIA meninggal tapi mungkin memang sudah waktunya UTI NIA meninggal.

Dinda @ 9:07 am
Filed under: Uncategorized



Papah Yong datang

Posted on Wednesday 2 July 2008

Hari kemarin papah Yong datang ke rumahku ia adalah kakakiparnya mamaku.
Dia sampai di sini jam 20.00 dia membawakan aku mobil-mobilan yang aku pesan, sayang Papah Yong tidak bersama Mama Pong ,
Mama Pong adalah kakakkandungnya mamaku mereka tinggal di Comal (Pekalongan).
Waktu aku ke sana aku membawa kelinci untuk saudaraku yang ada di sana untung di sana halamannya luas tidak seperti di rumahku.TAMAT

Dinda @ 3:56 pm
Filed under: Uncategorized